Logo Desa Cungkup
DESA CUNGKUP
Kec. Kecamatan Digital Kab. Kabupaten Digital
Beranda Profil Desa Pemerintah Desa Berita & Kabar Peta Interaktif Produk Hukum Informasi Publik Lapak Desa Pengaduan Warga Pembangunan IDM & APBDes Kontak
Nasional • Rabu, 09 September 2026 • Dibaca 5 kali

Blora Bidik Pasar Plaza Cepu Jadi Pusat Distribusi Pangan

Penulis: Admin Pemdes
Blora Bidik Pasar Plaza Cepu Jadi Pusat Distribusi Pangan

JAKARTA – Pemkab Blora mengusulkan revitalisasi Pasar Plaza Cepu menjadi pusat perdagangan dan distribusi pangan di kawasan timur Jawa Tengah.

Usulan itu disampaikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman saat bertemu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan dan Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugy Atmanto di Jakarta.

Menurut Arief, posisi Plaza Cepu di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur menjadi modal strategis untuk menggerakkan perdagangan antardaerah. Revitalisasi juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Blora yang mencapai sekitar 5,4 persen dan ditopang sektor pangan serta energi.

“Lokasinya sangat strategis karena berada di pintu masuk Jawa Tengah dari arah timur. Kami ingin Pasar Plaza Cepu menjadi pusat transaksi dan pergerakan ekonomi masyarakat,” ujar Arief.

Selain pasar, Arief memaparkan pengembangan pertanian organik Blora. Pemkab tengah menyiapkan regulasi sekaligus memperluas pemasaran beras organik, salah satunya dari Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban.

Beras tersebut telah mendapat pendampingan Pertamina sejak 2017. Pemkab juga menggandeng ID FOOD yang disebut siap menyerap hingga 2.000 ton beras organik per tahun, sementara produksi Blora saat ini sekitar 1.000 ton.

“Permintaan pasar sudah ada. ID FOOD siap menampung 2.000 ton per tahun. Ini menjadi peluang besar yang terus kami dorong,” katanya.

Arief turut menyampaikan potensi peternakan Blora. Nilai transaksi pasar hewan di daerah itu disebut mencapai sekitar Rp3,5 miliar setiap pasaran.

Menanggapi usulan tersebut, Iqbal Shoffan Shofwan menyatakan siap membantu memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk revitalisasi Plaza Cepu. Ia juga mendorong Blora mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) untuk memperluas pemasaran produk unggulan, termasuk beras organik.

Sementara itu, Sri Sugy Atmanto meminta Pemkab Blora melengkapi profil seluruh pasar dan memasukkannya ke Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP) sebagai dasar pemetaan kebutuhan revitalisasi.

Pemkab Blora berharap pengembangan Plaza Cepu dapat memperkuat perdagangan kawasan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk pangan dan komoditas unggulan daerah.**Team Website.